Syndrome Cenat Cenut

Posted: 8 Juli 2011 in Cerpen
Kenapa hatiku cenat cenut tiap ada kamu…
Selalu merinding romaku tiap kau sentuh aku…
 You know me so well… Girl I need you…
Girl I love you… Girl I heart you…
Tiap hari bahkan tiap pagi aku selalu mendengar lagu itu yang di suarakan lewat handphone teman sekelasku. Aneh dan aneh, kenapa semua orang menyanyikan lagu itu dan bahkan mamaku juga suka. Sebenarnya lagu siapa sih itu. Sampai-sampai aku sendiri terlihat kuper oleh teman-temanku karena aku sama sekali tak mengenal lagu itu apalagi penyanyinya.

“Hai Cha!”
Sapa Tasya teman sebangkuku. Dia termasuk siswi di kelasku yang nggak pernah absen muter lagu itu kalau lagi pagi-pagi di sekolah.
“Mau nyaingin bel sekolah loe!”, tindasku
“Enak aja, lagu ini keren tau, yang nyanyi juga keren!”, balas Tasya sambil menyodorkan BB yang masih diiringi alunan merdu suara lagu yang tak ku kenal.
“Halah, paling itu rekaman band yang nggak tenar! Saking nggak terkenalnya, gue sampai nggak kenal sama tuh lagu!”
“Loe aja kali yang kuper. Masak loe nggak pernah tau boyband yang namanya SM*SH??”, tanya Tasya kepadaku dengan muka yang kaget setengah mampus.
“Oh.. gue tau gue tau. SM*SH yang di badminton itu kan? Yang pukulan keras buat lawan!?”, jawabku dengan pede, padahal jelas bukan itu jawaban yang di maksud.
“Aduhh.. bukan itu Cha. Loe tuh nggak pernah nonton infotainment apa emang nggak punya tivi sih. SM*SH itu boyband yang lagi booming banget di Indonesia. Tau nggak loe?!”, jelas Tasya panjang lebar. Namun aku tetap tak mengerti kabar berita itu.
“Nggak!”, balasku singkat dengan muka cuek dan sebenarnya masih bingung.
“Lagian kenapa sih kalau aku nggak tau, itu nggak ngrugiin loe juga kan? Jadi santai aja bro!!”, lanjutku dengan nada tinggi.
“Bro.bro.. emang gue brondong apa! Emang nggak rugi buat gue, tapi rugi buat SM*SH dong. Penggemar mereka malah nggak tambah banyak. Jangan bilang loe mau jadi antis”
“Apa’an lagi sih itu, ANTIS??”
“Antis itu grup yang benci sama SM*SH! Udah lah Cha, gue bingung mau jelasin loe kayak gimana! Pokoknya kalau sampai loe ikutan gue buat acara jumpa fans bareng SM*SH gue hajar loe!”
“Eh.. jangan asal ngomong loe, lagian siapa juga yang mau ikut! Yeee..!”, kataku sambil melet-melet karena kesel dengan perkataan Tasya yang sedikit mengguncang hatiku. Tapi apa benar yakin, aku nggak bakalan suka sama boyband yang namanya SM*SH itu? Halah, kenapa jadi mikir begitu ya? Mending bikin PR dari pada mikirin SM*SH boyband nggak jelas.

***

Eh ini buat gue tau!!
Buat gue!!
Buat gue aja, ini cowok idaman gue kali!
Sini’in biar gue aja yang pegang!!

Tiba-tiba ada suara gaduh seperti merebutkan sesuatu di dekat taman sekolah. Dan aku secara reflek yang lewat di tempat kejadian, langsung saja menghampiri kerumunan cewek yang sedang kisruh nggak karuan.

“Ada apa’an sih ini! Pada ngrebutin apa’an sih!!”, tanyaku dengan sedikit teriak karena kalau suaraku pelan akan kalah dengan suara segerombolan cewek ini.

“Buat gue!! Buat gue tau! Ihh.. buat gue aja!”, kata mereka dengan serempak dengan memegang sebuah poster ukuran jumbo.
“SM*SH???, cuma gara-gara ini kalian rebutan! Masyaallah, cuma gitu aja direbutin, kayak anak kecil kalian semua! Hhahah..” kataku sambil tertawa.

Tiba-tiba pandangan cewek-cewek lebay ini berubah garang kepadaku. Segera saja aku lari dan masuk ke dalam kelas. Takutnya kalau aku masih di situ, mereka akan menghajarku seperti yang dikatakan Tasya.

Di dalam kelas…

“Huuft!! Nggak kekejar juga akhirnya”, kataku dengan nafas yang masih tersengal-sengal.
“Kenapa loe Cha, liat setan loe!?”, tanya Tasya penasaran.
“Ini tuh lebih dari sekedar setan, ini gerombolan setan Sya! Ngerii banget deh pokoknya!!”
“Hah?? Masak sih di sekolah elit kayak gini ada setan?”
“Liat aja kalau nggak percaya, noh!!”, jawabku dengan menunjuk ke arah cewek-cewek penggila SM*SH.
“Hahahaa.. mereka bukan setan lagi, mereka itu SM*SHBLAST kayak aku. Mereka juga fanatik banget sama SM*SH. Emang loe ngapain sampai mereka marah gitu?”, tanya Tasya padaku yang masih ngos-ngosan karena lari dari taman ke ruang kelas.
“Ya gue cuma bilang, masa gara-gara SM*SH mereka bisa sampai segila itu? Kan aneh?? “, balasku dengan sedikit menghela nafas.
“Loe mau cari mati ya? Loe gituin mereka, sama aja loe masuk kandang singa tau. Ya jelas marahlah, mana ada orang yang suka idolanya di ejekin gitu!”, kata Tasya menjelaskan secara detail.
“Gue nggak ngejek kok!”
“Ya udah deh kalau lo emang nggak ngejek. Jalan yuk!”
“Kemana?”, tanyaku
“Ke mall lah masak ke pasar?”, jawab Tasya di iringi tawa kecil.
“Boleh.boleh! tapi gue pulang ganti baju dulu ya?”
“Nggak usah kita langsung aja, ntar nggak dibolehin mama lo lagi!
“Iya juga ya? Oke deh, pulang sekolah nanti langsung cabutt!, balasku dengan semangat.
“Sipp bro! hhahaha…”, kata Tasya membalas perkataanku.

Bel sekolahpun akhirnya berdering, dan waktunya untuk pulang. Seperti janji Tasya kepadaku yang ingin mengajakku ke mall. Langsung saja aku tagih kepadanya tentang ajakannya tadi.

“Sya ayo buruan, katanya mau ke mall!”, ajakku girang bukan main.
“Iya iya, sabar dulu kenapa sih!”
“Nggak sabar gue pengen menghirup udara mall! Hhaa..”
“Emang udah berapa lama loe nggak ke mall”
“Tiga hari!”, kataku singkat.
“Wahhaha.. cuma 3 hari. Gue yang nggak ke mall sebulan aja biasa aja tuh! Nggak kayak loe gitu! Hhaaa..”, balas Tasya dengan tertawa yang sepertinya mengejek diriku.

Sesampainya di mall, Tasya segera bergegas masuk ke dalam toko yang menjual berbagai macam t-shirt dan pernak-pernik cewek. Aku tahu, pasti dia ingin membeli keperluan untuk jumpa fans nanti agar dia terlihat cantik. Sambil menunggu di luar toko, aku berinisiatif untuk membeli es krim di depan toko. Ku nikmati es krim tersebut sambil berjalan-jalan di sekitar mall tak jauh dari tempat Tasya tadi. Tiba-tiba tanpa sengaja aku menabrak seorang cowok yang sedang berjalan di depanku memakai cardigan hitam bercelana jins. Langsung saja aku meminta maaf kepada cowok yang tak ku kenal itu.

“Masyaallah maaf ya mas, aduhh saya nggak sengaja. Maafff banget!”, kataku sambil sedikit memohon agar cowok itu tidak marah.
“Iya gak pa-pa kok, santai aja. Lagian tadi aku juga yang salah, jalan nggak liat-liat”
“Oh.. bukan kok, aku yang salah”, kataku tersipu malu karena melihat ketampanan seorang cowok yang ada di hadapanku saat ini.
“Nama kamu siapa, kenalin aku Bisma”, kata cowok tersebut memperkenalkan diri dan menyuguhkan tangannya untuk bersalaman denganku.
“Aku Icha”, kataku singkat sambil memikirkan sesuatu tentang cowok tersebut. Sepertinya aku pernah liat dia, tapi dimana ya? Masak aku bisa bertabrakan dengan artis kan nggak mungkin. Lalu buyarlah pikiranku dengan kata-kata Bisma.
“Aku duluan ya, mau ada urusan soalnya”
“Oh.. iya iya silahkan”, kataku gagap karena tak bisa berkata apa-apa. Setelah Bisma pergi Tasyapun datang kepadaku dengan membawa banyak belanjaan di tangannya.

“Loe mau jualan lagi Sya?”, kataku sedikit menyindir.
“Nggak.. ini baju buat gue pakai nanti kalau jumpa fans”
“Udah gue kira kok, loe bakalan beli  buat itu!”
“Kenapa? Mau? Ini ada juga buat loe! Gue beliin!”
“Yang bener loe? Ya ampun baik banget sih! Hhaha..”, kataku memuji kebaikan Tasya.
“Tadi cowok yang di sini siapa Cha? Temen loe?”, tanya Tasya penasaran.
“Bukan kok, tadi gue nabrak tuh cowok. Terus gue minta maaf aja. Eh dia malah ngajakin gue kenalan”
“Siapa namanya Cha?”
“Ehm.. siapa ya tadi? Bis..bis. ehm.. BISMA! Iya Bisma namanya! Emang kenapa? Loe kayaknya antusias banget pengen tau?

“What?? Bisma?? Itu kan personilnya SM*SH Cha? Loe kok gak bilang ke gue sih?”,kata Tasya terkaget-kaget.
“Ya mana gue tau kalo dia personil SM*SH! Lagian dia juga buru-buru kok!”
“Aduh.. loe gimana sih Cha!!!”, rengek Tasya kepadaku. Dia masih merasa rugi karena tidak bisa bertemu dengan Bisma idolanya itu.

Sesampainya di rumah…
Di dalam kamar aku masih saja memikirkan cowok itu, Bisma maksudnya. Kalau memang bener dia personil SM*SH kenapa aku nggak suka aja dari dulu sama SM*SH. Kalau satu personil aja udah ganteng apalagi bertujuh hhaha. Kataku dalam hati nggak memungkiri kalau aku memang mulai suka dengan SM*SH terutama Bisma. Dan seiring berjalannya waktu, aku sering googling di internet tentang SM*SH. Bahkan kefanatikanku melebihi teman-temanku yang ada di sekolah. Sungguh aneh tapi nyata. Dulu aku?? Yang nggak pernah tau dan nggak akan mau tau soal SM*SH, malah berbalik arah. Istilahnya seperti “Senjata Makan Tuan”. Aku kemakan omonganku sendiri. Betapa malunya aku kalau sampai Tasya tau aku mulai suka dengan SM*SH melebihi dia. Setiap ada tabloid atau majalah yang memuat SM*SH aku tak ketinggalan untuk beli. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke acara jumpa fans yang diadakan di salah satu mall Jakarta. Aku tak pernah bilang kepada Tasya tentang hal ini. Karena aku tau, dia akan marah kalau sampai aku menyukai hal yang sama dengannya.

***

Sesampainya di mall pukul 3 sore waktu setempat.  Aku bergegas menuju tempat jumpa fans tersebut. Alangkah senangnya ketika aku bisa di pertemukan dengan idolaku. Ketika para personil SM*SH menyalami kami satu per satu, aku juga ikutan nimbrung ke dalam barisan tersebut. Dan aku mendapatkan jabatan tangan dari Bisma. Cowok yang aku tabrak kemarin waktu di mall. Aku sangat tak percaya bahwa aku berkenalan dengan seorang artis yang sedang booming saat ini. Ketika Bisma menyalamiku dia berkata sesuatu padaku.

“Kamu kan yang kemarin nabrak aku itu ya?”, kata Bisma memulai pembicaraan.
“Iya bener banget, ternyata kamu personil SM*SH juga. Nggak nyangka aku bisa kenalan sama kamu”, kataku malu-malu kucing.
“Hhhe.. biasa aja. Ini kartu nama aku, kamu bisa hubungi aku kapan aja kamu mau. Kamu kan juga teman saya sekarang jadi nggak usah sungkan-sungkan kalau mau minta bantuan?”, ucap Bisma sambil menyodorkan kartu nama berwarna hitam.
“Hah?? Ini beneran buat aku??”
“Iya buat kamu. Ya udah ya? Aku naik panggung dulu. Kamu bisa telpon aku nanti setelah selesai perform. Oke!”, kata Bisma berlalu begitu saja.

Oh My God! Apakah ini mimpi atau cuma khayalanku saja. Seorang Bisma SM*SH bisa kenalan dan memberikan kartu namanya kepadaku yang hanya cewek biasa. Ku tatapi terus kartu nama warna hitam yang betuliskan nama BISMA KARISMA lengkap dengan nomor telefon dan alamatnya. Semakin tak terkendali debaran jantungku, masih tak percaya dan tak menyangka apa yang terjadi barusan. Namun aku tetap bertekat untuk tidak memberi tahukan hal ini kepada Tasya. Karena ini menyangkut privasi seseorang.

***

Di dalam kelas aku masih saja melamun soal kejadian kemarin di Mall. Tiba-tiba Tasya mendatangiku.
“Loe kemaren ke acara itu kan?? Hayoo ngaku!”, tanya Tasya meledek.
“Nggak kok, ngapain juga ke sana!”, balasku.
“Udah deh Cha, loe ngaku aja. Gue gak papa kok kalau loe suka sama SM*SH, itu kan berarti bahwa SM*SH bisa diterima banyak orang termasuk loe yang awalnya nggak suka”
“Iya deh kalau gitu, emang gue sekarang suka banget sama SM*SH apalagi Bisma! Tergila-gila deh gue pokoknya!”, kataku kegirangan.
“Ya udah kalau loe emang serius mau jadi SM*SHBLAST sejati, loe harus yakin bener-bener kalau loe juga ngefans sama mereka”
“Iya deh gue sekarang jadi SM*SHBLAST sejatii! Hhhaa..”, jawabku dengan nada seperti superhero.

Dan mulai saat itu aku, Tasya, dan teman-teman yang lain resmi menyandang status SM*SHBLAST kota Jakarta. Kami selau kumpul bareng di saat ada SM*SH tour ke berbagai kota. Dan selama itu pula, aku masih rajin bersms apalagi bertelefon dengan Bisma yang sekarang menjadi teman spesialku. Semoga kebahagiaan ini akan berlangsung lama. Dan persahabatanku dengan seorang artis akan tetap berlanjut sampai kapanpun seperti persahabatanku dengan Tasya.

      Selesai…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s